<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


   









Risalah Hikmah

Jiwa adalah kehidupan badan dan akal adalah kehidupan jiwa

Jangan merasa senang dengan musibah yg menimpa orng lain krn kamu tdk tahu apa yg akan menimpamu esok hari

Ada 2 perkara yang tidak lepas dari dusta, yaitu terlalu bnyk janji dan terlalu keras mencari alasan

Apabila anda ragu menghadapi masalah, tinggalkanlah

Janganlah kemiskinanmu menyebabkan kekufuran dan janganlah kekayaanmu menyebabkan kesombongan

Seorang yg berakal ketika menikmati lezatnya makanan dia akan ingat bahwa pada suatu hari dia akan merasakan pahitnya obat.

Seorang wanita dapat menyimpan cinta dalam hatinya selama 40 tahun tetapi dia tdk dpt menyimpan kebenciannya meskipun 1 jam saja




* Informasi Dunia Islam





  • download artikel Islam
  • IT Learning Centre
  • download Artikel IT

  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed

    Contact Me

    Mohammad Rizal Indradewa
    Telp.
    Hp. 081584856051
    email : mohammad.rizal@telkom.net
    Website : Sharing Knowledge


     
    Tuesday, December 29, 2009
    Antara Tawaduk dan Kesombongan

       Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa jika engkau ingin menang terhadap musuh serta ingin mendapat kebahagian dunia dan akhirat, engkau harus bersikap tawaduk dan merendah. Allah berfirman, "Sungguh Allah telah memenangkan kalian dalam perang Badar disaat kalian lemah." (Q.S. Al Imran[3]:123)

       Apabila engkau ingin diberi, maka tunjukkan sikap papa dengan butuh kepada-Nya, "Sedekah (zakat) itu hanya diberikan kepada para fakir miskin." (Q.S Al -Tawbah[9]:60). Apabila engkau ingin diberi karunia dan agar mata batinmu bersinar, tampakkan kepapaan dan rasa butuhmu. Ketahuilah bahwa cahaya Tuhan terdiri atas 2 bagian: Cahaya yang masuk kedalam kalbu dan cahaya yang sampai tapi tidak masuk. Oleh karena itu, bisa jadi cahaya tersebut sudah sampai, tapi karenakalbumu masih terisi oleh gambaran dunia, ia pergi kembali ketempat semula.

       Maka itu,kosongkan kalbumu dari sesuatu selain Allah agar bisa diisi dengna makrifat dan berbagai rahasia. Seorang mukmin selayaknya sibuk berzikir dan memuji Allah daripada memuji diri sendiri agar ia bertambah tawaduk. Selain itu, hendaknya ia juga sibuk melaksanakan hak-hak Allah daripada sibuk mengingat hak pribadinya sendiri agar ia bertambah ikhlas. Allah telah meletakkanmu dialam pertengahan antara kerajaan dan dunia makhluk-Nya dengan maksud agar engkau mengenali kemuliaanmu. Serta, Allah memposisikanmu diantara makhluk-Nya agar mengetahui bahwa engkau adalah permata berharga yang dikelilingi oleh berbagai unsur lain.

       Ketahuilah, engkau merupakan salah satu bagian dari alam dunia ini selama masih sibuk dengannya dan tidak menyaksikan Penciptanya. Tetapi, kalau engkau menyaksikan Penciptanya dan kalbumu sibik dengan-Nya, pasti alam ini akan berjalan bersama dan tunduk kepadamu. Rasulullah SAW bersabda, "yang disebut ikhsan, engkau menyembah Allah seolah-olah engkau menyaksikan-Nya. Bila engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Allah melihatmu." (H.R al-Bukhari dan Muslim)

       Janganlah berpindah-pindah dari satu bagian dunia kebagioan yang lainnya. Kalau itu yang kau lakukan, kau sama seperti keledai yang berada di penggilingan dengan berputar disekelilingnya. Namun, pergilah dengan kalbumu dari alam dunia ini menuju Sang Penciptanya. Itulah hasil dari tafakur dan perenungan terhadap kerajaan langit dan bumi. Allah berfirman, "Kepada Tuhanmulah segala sesuatu berakhir." (Q.S. al-Najm[53]:42). Kalau engkau tidak dikenal didunia, tapi terkenal pada hari kiamat, itu lebih baik daripada terkenal didunia, tapi pada hari kiamat diremehkan dan dihinakan.

       Jika engkau menyaksikan seseorang yang benar-benar wali Allah, dekat kepada-Nya, dan berpaling dari dunia, jangan sampaikedudukanmu yang tinggi menjadi penghalang bagimu untuk duduk tawaduk dihadapannya, menuntut ilmu darinya, berlaku sopan padanya serta memerhatikan semua nasihat dan petuahnya. Jangan pula jabatan yang tinggi menghalangimu untuk bertanya tentang agama dan meminta do'a darinya. Sebab siapa pun yang memperkenalkanmu pada Allah berarti telah memberikan manfaat yang besar.

       Rasulullah SAW. saja meminta kepada Umar ibn al-khattab ra. untuk didoakan, "Wahai saudaraku jangan lupa mendoakanku." ini sebagai pelajaran buat umatnya dan dorongan bagi mereka untuk selalu meminta doa dari orang-orang yang mulia dan ikhlas.

      Kesombongan      

       Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa tidak ada penghutang yang lebih ,mengulur-ulur waktu pembayaran daripada al-nafs al-ammarah bi al-su (nafsu yang selalu memerintahkan kepada keburukan). Tak ada musuh manusia yang lebih berbahaya dan lebih mencemaskan daripada setan yang terkutuk. Tak ada penghalang amal saleh yang lebih kuat daripada hawa nafsu. Serta tak ada yang menolak turunnya karunia dari langit serta menghalangi rahmat Allah seperti kesombongan. Na'udzu bi Allah. Hujan yang turun dari langit hanya akan tergenang di permukaan tanah yang rendah, bukan dipermukaan yang tinggi, dan bukan pula dipuncak-puncak gunung. Demikian pula dengan hati orang-orang yang sombong. Rahmat Allah hanya turun pada hati yang tawaduk.

       Yang dimaksud dengan orang sombong adalah yang menentang hak-hak manusia. Bukan orang yang pakaiannya bagus dan bersih. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia, serta merasa lebih tinggi dari mereka.

       Jangan menyangka bahwa tabiat kesombongan hanya melekat kuat pada seorang menteri, pejabat, konglomerat atau penguasa. Akan tetapi, kesombongan itu bisa melekat pada orang yang untuk makan malamnya saja tidak ada serta pada orang yang memakai baju tambalan. Sebaliknya, bisa jadi orang yang memakai baju bagus dan penguasa mempunyai sifat tawaduk. Sombong itu tercermin pada sifat yang selalu merusak bukan memperbaiki. Sebab, ia ber


    Posted at 5:55 pm by dewa411
    Make a comment  

    Friday, July 14, 2006
    Menentukan Pilihan Karena Allah..

          Hidup dan Mati adalah Keputusan dan Takdir Allah, Sukses atau Tidaknya seseorang didalam hidup adalah merupakan suatu pilihan, begitu juga dengan Baik dan Buruknya perilaku seseorang. Kadang menentukan suatu pilihan yang terbaik adalah keputusan yang sulit. Pada dasarnya manusia itu diciptakan dalam keadaan fitrah atau suci tetapi dirinya sendirilah yang akan menentukan akhir hidupnya. Apakah berakhir Baik atau Tidak. Pengaruh pergaulan, lingkungan dimana dia dibesarkan, lingkungan dimana dia tinggal, dengan siapa dia bergaul, dan siapa orang tuanya, itu semua sangat menentukan karakter dan perilaku seseorang didalam kehidupannya. Dan pada akhirnyalah kita harus berani menentukan pilihan terbaik didalam kehidupan kita.

    Sesungguhnya didalam kehidupan kita, banyak sekali kejadian yang menuntut kita untuk memilih salah satu dari berbagai macam pilihan. Pilihan untuk menentukan sekolah terbaik, pilihan untuk menentukan teman terbaik, pilihan untuk menentukan lingkungan tempat tinggal yang terbaik, pilihan dalam menentukan teman hidup, istri atau suami, pilihan dalam menentukan pekerjaan dan tempat pekerjaan, dan berbagai macam pilihan-pilihan lainnya didalam kehidupan kita. Dan yang terpenting adalah pilihan didalam menetukan tujuan akhir hidup kita.  Karena dengan pilihan yang tepat, maka hidup kita akan selamat. Selamat didunia dan juga diakhirat.

    Sesungguhnya memilih sesuatu yang terbaik itu harus didasarkan kepada aturan-aturan Allah, karena jika kita telah memilih sesuatu berdasarkan aturan-aturan Allah dan ternyata dikemudian hari keputusan atau pilihan yang kita ambil tidak sesuai dengan keinginan dan harapan kita, maka kita kembalikan semuanya kepada Allah dengan Sabar dan Ikhlas, karena keputusan yang terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Allah. Karena Allah sangat tahu apa yang terbaik untuk kita.

    Marilah kita tentukan tujuan hidup kita dengan didasari dengan aturan yang telah diberikan oleh Allah, walaupun itu terasa berat buat kita...Wallahu 'alam bishowab..

      

     


    Posted at 7:43 pm by dewa411
    Comment (1)  

    Dengan Cobaan - Hidup Lebih Berarti

          Alhamdulillah Ya Allah, Engkau  masih memberikan nikmatMu yang begitu besar kepada ku sehingga hati dan perasaan ini masih dapat terus mengingatMu di setiap kesempatan....Insya Allah.     Minggu-minggu ini terasa indah dan nikmatnya hidup ini dengan kejadian-kejadian yang membuat saya semakin dewasa. Kejadian-kejadian yang sebelumnya belum pernah saya alami. Kejadian demi kejadian ini membuat saya harus berhenti sejenak untuk berpikir apakah jalan yang selama ini saya tempuh adalah benar adanya. Subhanallah, Allahu Akbar..Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa selalu ingat kepadaNya jika ada sesuatu yang terjadi kepada saya..Ujian demi ujian datang menantang perasaan, akal dan pemikiran saya, dan tentu saja kesabaran saya yang terus diuji berulang-ulang...Ya Allah terima kasih atas semua ini, karena dengan kejadian ini, hambamu akan terus belajar dan belajar menguasai hati dan perasaan dan tentunya melatih kesabaran..karena Engkau selalu bersama orang-orang yang sabar....tapi hambamu ini hanya bisa memohon kepadaMu, agar hati ini, perasaan dan jiwa ini selalu benar karena bimbinganmu untuk menilai sesuatu tanpa adanya pikiran lain selainMu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi..

    Ya Allah...hambaMu ini hanya memohon Kesabaran yang Kuat, Rasa Syukur yang mendalam dan Keikhlasan yang tidak pernah pudar dalam hidup ini.

    Jadikanlah Akhirat Tujuan Kami....tanpa terpengaruh oleh keindahan dunia ini..

    Dan Jadikanlah apa-apa yang Engkau berikan kepada kami bermanfaat dan bisa menjadi teman ku untuk berjumpa denganMU dalam keadaan yang terbaik dalam RIDHOMU. Berikan Ke-ISTIQOMAHan, SYAHID & KHUSNUL KHOTIMAH DIJALANMU, AMIIN.. Sesungguhnya Dengan CobaanMu-Hidup ini jauh lebih berarti. Terima Kasih Ya Allah, Engkau masih memberikan kesempatan itu untuk ku... 

     

     

     


    Posted at 6:43 pm by dewa411
    Make a comment  

    Tuesday, May 23, 2006
    Puncak Kenikmatan

    Puncak Kenikmatan

    "Sepanjang Allah melimpahi anda, rizki taat kepada Allah dan merasa cukup denganNya, ketahuilah sesunggunya Allah telah menyempurnakan nikmat lahir dan batin kepadamu."

    Setelah membincangkan posisi anda di depan Allah, maka Al-Fudhail bin Iyadl menegaskan, bahwa ketaatan hamba kepada Tuhannya menurut kadar derajat posisi si hamba itu, Dengan kata lain pula bahwa puncak dari kenikmatan itu sesungguhnya adalah ketaatan menjalankan perintahnya secara lahiriyah, dan merasa cukup jiwanya bersama Allah secara batin.
    Maksudnya seseorang mengerjakan amaliyahnya semata karena perintah Allah, bukan karena motivasi tertentu. Sang hamba hanya bagiNya, bersamaNya, bukan karena sebab atau akibat tertentu.
    Seorang hamba ketika beribadah, akan senantiasa bermusyahadah RububiyahNya. Inilah yang dimaksudkan dengan menegakkan syariat disatu sisi dengan tetap berselaras dengan hakikat.
    Sebab dengan cara inilah seseorang bisa meraih keringanan, keselarasan, keparipurnaan dalam hakikat, yakni bebas dari merasa bisa berupaya dan berdaya serta beramal.

    Sang hamba akan meraih nikmat agung dan sariguna yang sempurna. Dikatakan bahwa nikmat terbesar adalah keluar dari diri. Ada pula yang mengatakan, nikmat itu adalah apa yang menghubungkan dengan Allah dan memuttuskan dengan makhluk. Bahkan ada yang mengatakan, segala yang tidak mendatangkan penyesalan dan tidak mengakibatkan siksaan, itulah nikmat besar.
    Dengan merasa cukup Allah sebagai satu-satunya harapan dan masa depan, maka dia pada saat yang sama akan merasa cukup denganNya.
    Oleh sebab itu mulailah dijadikan suatu perspektif yang luhur ke depan:

    1. Taat kepada Allah sebagai cita-cita dunia akhirat.
    2. Kedamaian hati bersamaNya, dan tidak menoleh selainNya, adalah keparipurnaan hakikat.
    3. Bisa beribadah adalah anugerah yang tiba, karena itu sebagai rasa syukur harus dimunculkan setiap ibadah. Ibadah sebagai wujud syukur, bukan beban dan kewajiban.
    4. Ibadah dan kepatuhan, adalah bentuk lain dari kehambaan. Dan tidak ada nikmat paling agung ketimbang menjadi hamba Allah.
    5. Segeralah kembali dan menuju, suatu kenyataan bahwa ketaatan secara syariat dan hakikat tidak bisa dipisahkan sebagai puncak nikmat.

    Posted at 3:44 pm by dewa411
    Make a comment  

    Thursday, May 18, 2006
    Orang-Orang Pilihan

            Bila berteman dengan hamba dunia, engkau akan ditarik kepadanya. Sementara bila berteman dengan hamba akhirat, engkau akan ditarik kepada Allah. Menurut Abu Dzar ra, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik amal perbuatan adalah cinta di jalan Allah dan benci di jalan Allah" (H.R. Abu Dawud).

       Anas ra. menceritakan bahwa ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Kapan kiamat tiba ?". Beliau Menjawab, "Apa yang sudah engkau persiapkan untuknya ?"    "Tidak ada, kecuali aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." Mendengar itu Rasul pun berkata, "Engkau akan bersama orang yang kau cintai." Menurut Anas ra. "Kami tidak pernah sebahagia ketika Rasul SAW berkata, "Engkau akan bersama orang yang kau cintai." Aku sangat mencintai Nabi SAW, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap bisa bersama mereka karena cintaku pada mereka" (H.R. Bukhori dan Muslim).

       Ini adalah hadis yang menerangkan bahwa mencintai orang-orang saleh akan bermanfat, di dunia maupun di akhirat. Bermanfaat di dunia karena memberikan teladan yang baik, nasihat yang tulus, serta membantu dalam melaksanakan amal kebaikan dan dalam berakhlak dengan sifat-sifat terpuji. Adapun diakhirat kita akan dikumpulkan bersama mereka, digolongkan dalam kelompok mereka, dan mendapat syafaat mereka. Karena itu, hendaknya engkau memilah-milih siapa orang yang dijadikan sahabat. Sebagaimana untuk kepentingan tubuh engkau memilih makanan yang baik dan tidak berbahaya, serta memilih istri yang shalihah atau suami yang shaleh. Hendaknya engkau juga berteman dengan orang yang bisa menunjukimu jalan menuju Allah.

       Ada yang berkata, "Siapa yang menunjukimu pada amal-amal syariat pasti ia melelahkanmu, siapa yang menunjukimu pada dunia berarti ia menipumu, Sementara siapa yang menunjukimu pada Allah berarti benar-benar telah memberimu nasihat. "Karena itu, bertemanlah dengan seseorang yang bisa menunjukkan kelalaian dirimu dan mengajarkan makrifat pada Tuhan. Sehingga ketika engkau lalai, engkau akan diingatkan pada Tuhan. Allah berfirman, "Ingatlah Tuhanmu ketika engkau lupa" (Qs. Al-kahf[18]: 24).

       Ketahuilah, sesungguhnya engkau memiliki tiga teman. Yang pertama adalah harta. Harta tersebut akan engkau tinggalkan ketika mati dan berpindah pada ahli waris sebelum engkau disemayamkan. Yang kedua adalah keluarga. Merekalah yang akan membawamu ke kubur lalu meninggalkanmu disana. Selanjutnya, mereka akan menaburimu dengan tanah. Yang ketiga adalah amal perbuatan. Ia akan terus menyertaimu ketika engkau dibawa diatas pundak manusia dan diturunkan dikubur. Amal tersebut akan ditempatkan di timbangan kebaikanmu di hari kiamat.

       


    Posted at 8:32 pm by dewa411
    Make a comment  

    Next Page

     

    Design By : Rizal
    October 2004
    mohammad.rizal@telkom.net

     



    Blogdrive